Karang Gayam – Pemerintah Desa (Pemdes) Karang Gayam menggelar kegiatan Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Wisata Desa pada Ahad (28/09/2025) sore, bertempat di Dusun Lampencar, Desa Karang Gayam, Kecamatan Blega.
Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari Fakultas Keislaman Universitas Trunojoyo Madura (UTM), yakni Dr. Lailatul Qadariyah, S.H.I., M.E.I. dan Alan Suud Maadi, S.Pd.I., M.Sh., Ec., yang secara khusus membekali masyarakat tentang konsep wisata halal berbasis tambak.

Langkah Awal Pengembangan Wisata Desa

Kepala Desa Karang Gayam, Asdiri, M.Ed., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal bagi pemerintah desa untuk membuka ruang diskusi dan menyiapkan masyarakat dalam mengelola potensi wisata desa. “Kegiatan ini bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025, sekaligus menjadi pijakan awal kita untuk mengembangkan wisata halal berbasis tambak di Karang Gayam,” ujarnya.

Lebih lanjut, Asdiri menyebutkan bahwa Desa Karang Gayam memiliki tiga wilayah geografis yang unik, yaitu tegalan di utara, persawahan di bagian tengah, serta tambak di selatan. Dari ketiga sektor tersebut, potensi tambak diyakini masih terbuka lebar untuk dikembangkan, terutama di bidang pariwisata.

Potensi Besar Berbasis Tambak

Objek wisata berbasis tambak ini masih dalam tahap perencanaan. Namun, Asdiri menegaskan bahwa konsepnya bisa sangat beragam, mulai dari wisata kuliner di atas rakit, wisata perahu menyusuri sungai mangrove, spot foto bernuansa alam, hingga kolam pancing alami yang berbeda dari kolam pancing pada umumnya.

“Yang bisa dijual banyak sekali. Nanti bisa kita tambah wahana permainan air untuk anak-anak, hiburan keluarga, bahkan pengembangan kuliner khas tambak. Semua ini bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan,” terangnya.

Peningkatan Perekonomian Desa

Pengembangan wisata berbasis tambak ini sejalan dengan upaya peningkatan PADes (Pendapatan Asli Desa). Dengan melibatkan masyarakat sebagai penggerak utama, diharapkan mampu mendorong pemberdayaan Sumber Daya Alam (SDA) sekaligus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) desa.

“Kami berharap program ini segera terealisasi dengan dukungan masyarakat, pemerintah daerah, maupun pemerintah pusat, khususnya dari dinas terkait. Potensi tambak Karang Gayam sangat layak untuk dikembangkan dan bisa menjadi ikon wisata baru di Bangkalan,” pungkas Asdiri.

Dukungan Akademisi

Hadirnya akademisi dari Universitas Trunojoyo Madura menjadi penguat langkah Pemdes Karang Gayam dalam merancang strategi pengelolaan wisata yang profesional, berkelanjutan, serta sesuai dengan prinsip wisata halal.

Melalui sinergi antara pemerintah desa, perguruan tinggi, dan masyarakat, Desa Karang Gayam optimis mampu menghadirkan wisata berbasis tambak yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi warga desa.