Karang Gayam

Sistem Administrasi Karang Gayam Terintegrasi

Informasi dan Layanan Terbaik untuk Masyarakat Desa

Berita Desa

POKDAKAN Palengan Jaya Desa Karang Gayam Dapat Pendampingan Penyuluh Perikanan
POKDAKAN Palengan Jaya Desa Karang Gayam Dapat Pendampingan Penyuluh Perikanan

Karang Gayam, Bangkalan – Kelompok Budidaya Ikan (POKDAKAN) Palengan Jaya Desa Karang Gayam mendapat kunjungan dan pendampingan dari Penyuluh Dinas Perikanan Kabupaten Bangkalan serta Penyelenggara Penyuluh Bantuan Bibit Dinas Perikanan Kabupaten Situbondo, pada kegiatan yang berlangsung di kawasan tambak setempat.Dalam agenda ini, tim penyuluh membahas secara langsung mengenai teknik penerapan tebar bibit ikan agar hasil panen lebih maksimal dan berkelanjutan. Selain itu, dilakukan pula verifikasi anggota kelompok POKDAKAN Palengan Jaya guna memastikan keaktifan serta kelayakan anggota dalam mengikuti program bantuan.Ketua dan anggota kelompok menyampaikan harapannya agar kegiatan ini mampu meningkatkan hasil produksi tambak, tidak hanya bagi POKDAKAN Palengan Jaya, tetapi juga untuk petani tambak di Desa Karang Gayam secara umum.Kepala Desa Karang Gayam, Asdiri, M.Ed, turut memberikan apresiasi dan komentar atas terlaksananya kegiatan tersebut:“Terima kasih atas kepercayaan Dinas Perikanan Kabupaten Bangkalan yang telah mempercayakan POKDAKAN Karang Gayam untuk melaksanakan program ini. Kegiatan ini sangat membantu masyarakat dan berkesinambungan dengan program desa dalam memajukan bidang pertambakan,” ujarnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan Desa Karang Gayam semakin dikenal sebagai salah satu desa dengan potensi perikanan dan pertambakan yang maju, produktif, serta berdaya saing.

Baca Selengkapnya
Pemdes Karang Gayam Bekerja Sama dengan UTM untuk Kembangkan Potensi Wisata Desa
Pemdes Karang Gayam Bekerja Sama dengan UTM untuk Kembangkan Potensi Wisata Desa

Karang Gayam – Pemerintah Desa (Pemdes) Karang Gayam menggelar kegiatan Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Wisata Desa pada Ahad (28/09/2025) sore, bertempat di Dusun Lampencar, Desa Karang Gayam, Kecamatan Blega.Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari Fakultas Keislaman Universitas Trunojoyo Madura (UTM), yakni Dr. Lailatul Qadariyah, S.H.I., M.E.I. dan Alan Suud Maadi, S.Pd.I., M.Sh., Ec., yang secara khusus membekali masyarakat tentang konsep wisata halal berbasis tambak.Langkah Awal Pengembangan Wisata DesaKepala Desa Karang Gayam, Asdiri, M.Ed., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal bagi pemerintah desa untuk membuka ruang diskusi dan menyiapkan masyarakat dalam mengelola potensi wisata desa. “Kegiatan ini bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025, sekaligus menjadi pijakan awal kita untuk mengembangkan wisata halal berbasis tambak di Karang Gayam,” ujarnya.Lebih lanjut, Asdiri menyebutkan bahwa Desa Karang Gayam memiliki tiga wilayah geografis yang unik, yaitu tegalan di utara, persawahan di bagian tengah, serta tambak di selatan. Dari ketiga sektor tersebut, potensi tambak diyakini masih terbuka lebar untuk dikembangkan, terutama di bidang pariwisata.Potensi Besar Berbasis TambakObjek wisata berbasis tambak ini masih dalam tahap perencanaan. Namun, Asdiri menegaskan bahwa konsepnya bisa sangat beragam, mulai dari wisata kuliner di atas rakit, wisata perahu menyusuri sungai mangrove, spot foto bernuansa alam, hingga kolam pancing alami yang berbeda dari kolam pancing pada umumnya.“Yang bisa dijual banyak sekali. Nanti bisa kita tambah wahana permainan air untuk anak-anak, hiburan keluarga, bahkan pengembangan kuliner khas tambak. Semua ini bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan,” terangnya.Peningkatan Perekonomian DesaPengembangan wisata berbasis tambak ini sejalan dengan upaya peningkatan PADes (Pendapatan Asli Desa). Dengan melibatkan masyarakat sebagai penggerak utama, diharapkan mampu mendorong pemberdayaan Sumber Daya Alam (SDA) sekaligus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) desa.“Kami berharap program ini segera terealisasi dengan dukungan masyarakat, pemerintah daerah, maupun pemerintah pusat, khususnya dari dinas terkait. Potensi tambak Karang Gayam sangat layak untuk dikembangkan dan bisa menjadi ikon wisata baru di Bangkalan,” pungkas Asdiri.Dukungan AkademisiHadirnya akademisi dari Universitas Trunojoyo Madura menjadi penguat langkah Pemdes Karang Gayam dalam merancang strategi pengelolaan wisata yang profesional, berkelanjutan, serta sesuai dengan prinsip wisata halal.Melalui sinergi antara pemerintah desa, perguruan tinggi, dan masyarakat, Desa Karang Gayam optimis mampu menghadirkan wisata berbasis tambak yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi warga desa.

Baca Selengkapnya
Upacara HUT RI ke-80 Tahun 2025 di Desa Karang Gayam Berlangsung Khidmat
Upacara HUT RI ke-80 Tahun 2025 di Desa Karang Gayam Berlangsung Khidmat

Karang Gayam, 17 Agustus 2025 – Desa Karang Gayam, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, melaksanakan upacara peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di lapangan Desa Karang Gayam. Upacara berlangsung dengan khidmat, penuh semangat nasionalisme, serta dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIT Miftahul Ulum Modung Bangkalan yang turut serta dalam pelaksanaan kegiatan.Kepala Desa Karang Gayam, Asdiri, M.Ed, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Upacara diawali dengan pengibaran bendera merah putih oleh pasukan pengibar bendera yang terdiri dari pemuda-pemudi desa, diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Seluruh peserta upacara dengan penuh hormat mengikuti jalannya prosesi. Kehadiran mahasiswa KKN dari STIT Miftahul Ulum Modung Bangkalan memberikan warna tersendiri dalam kegiatan ini. Mereka turut membantu dalam persiapan, pelaksanaan, hingga memeriahkan peringatan hari kemerdekaan dengan berbagai rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan sepanjang bulan Agustus.Amanat Inspektur UpacaraDalam amanatnya, Kepala Desa Karang Gayam, Asdiri, M.Ed, menyampaikan:“Hari ini kita bersama-sama memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80. Delapan puluh tahun yang lalu, para pejuang bangsa telah mengorbankan jiwa dan raga demi meraih kemerdekaan yang kita nikmati saat ini. Tugas kita sebagai generasi penerus adalah menjaga, mengisi, dan melanjutkan perjuangan itu dengan pembangunan yang nyata di desa kita tercinta.”Beliau juga menekankan pentingnya persatuan dan gotong royong dalam membangun Desa Karang Gayam: “Mari kita jadikan momentum kemerdekaan ini untuk memperkuat rasa persaudaraan, menjaga persatuan, dan terus mengembangkan desa kita. Dengan semangat gotong royong, insya Allah Desa Karang Gayam akan semakin maju, mandiri, dan sejahtera.”Tak lupa, beliau memberikan apresiasi kepada para mahasiswa KKN STIT Miftahul Ulum Modung Bangkalan yang telah ikut serta dalam kegiatan ini.“Kehadiran adik-adik mahasiswa KKN adalah wujud nyata kolaborasi dunia pendidikan dengan desa. Semoga sinergi ini membawa manfaat besar bagi masyarakat Desa Karang Gayam, baik di bidang pendidikan, sosial, maupun pembangunan.”Upacara berlangsung dengan lancar hingga selesai, ditutup dengan doa bersama untuk para pahlawan bangsa dan kemajuan Desa Karang Gayam. Setelah upacara, dilanjutkan dengan kegiatan ramah tamah dan lomba-lomba rakyat sebagai bentuk kegembiraan masyarakat dalam menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-80. 

Baca Selengkapnya

Peta Desa

Sejarah Desa Karang Gayam

Desa merupakan Sistem pemerintahan terkecil dan tertua di Negara Indonesia. Koloni yang di satukan dalam kontek desa telah ada sejak sebelum masa penjajahan. Desa Karang Gayam Kecamatan Blega merupakan Desa yang pada masa sebelum Kolonial Belanda terbentuk karena perpindahan penduduk dari satu daerah lain karena faktor ketersediaan pangan dan kemanan. Taraf kesejahteraan penduduk satu daerah di masa itu pun tidak sama dengan penduduk didaerah lainnya, kesuburan tanah dan penguasaan lahan adalah menjadi factor dominan tumbuhnya kesenjangan.
Menurut cerita Rakyat Karang Gayam mulanya adalah area gersang dan hutan yang ditumbuhi banyak pohon Gayam. Seorang pengembara yang sedang melintasi area ini singgah dan istirahat. Setelah itu pengembara memetic buah Gayam untuk dimakan. Karena merasa haus pengembara mencari sumber mata air disekitar desa dengan menyusuri rimbunnya pohon gayam. Setelah berjalan beberapa lama pengembara menemukan sumber mata air di bagian utara tepatnya di arah Tenggara kampung pombulan yang sampai sekarang dikenal dengan sebutan sumur Nangger. Untuk memenuhi kebutuhan lauk pengembara berjalan keselatan yang dan mendapatkan luas hamparan rawa. Ketika itu pengembara berfikir untuk menangkap ikan di rawa tersebut.
Karena merasa area ini cocok untuk dibuat tempat tinggal, pengembara membangun gubuk dari dengan tiang dari pohon siwalan yang banyak tumbuh di bagian utara Karang gayam, Tembok atau gedeknya dibuat dari ranting dan daun pohon gayam dan pohon Bakau. Di sinyalir lokasi pertama Pembangunan gubuk tersebut ada di bagian Selatan kampung paombulan yang sekarang dikenal dengan dusun Dhuko. Istilah Dhuko biasa digunakan oleh orang madura untuk seseorang yang membangun tempat tinggal baru yang sebelumnya tidak ditempati oleh orang lain.
Sumur Nanggaer sebagai magnet utama menyebabkan banyak warga dari berbagai daerah ikut pindah ke area yang banyak ditumbuhi pohon gayam dan akhirnya Masyarakat luas mengenal area ini dengan Karang Gayam.

"Jhung Rojhung Masamporna Desa"

Kepala Desa
Asdiri, M.Ed
Kepala Desa Karang Gayam

Visi

Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang Sejahtera, Mandiri, Profesional, Update, dan Religius dengan sistem yang Elaboratif, Profesional, Update, dan Akuntabel serta membangun Sumber Daya Alam yang Berkelanjutan, Nyaman, dan Adaptif terhadap Perubahan Iklim.

Misi

• Mewujudkan SDM yang berkualitas melalui akses pendidikan dan pelatihan yang luas.
•• Meningkatkan akses pendidikan dan keterampilan masyarakat.
••• Menyelenggarakan pelatihan berbasis kebutuhan pasar kerja dan usaha mandiri.
••• Meningkatkan kapasitas tenaga pendidik dan pemberian insentif bagi guru PAUD dan TPA.
••• Beasiswa bagi siswa kurang mampu.
•• Mengembangkan ekosistem literasi dan digitalisasi desa.
••• Pengadaan fasilitas perpustakaan desa dan akses internet desa.
••• Pelatihan literasi digital bagi masyarakat desa.

• Membangun teamwork yang kuat antar lembaga kemasyarakatan desa.
•• Meningkatkan sinergi antara lembaga desa dalam pembangunan masyarakat.
••• Penguatan forum komunikasi antar lembaga desa.
••• Peningkatan koordinasi dalam perencanaan dan pelaksanaan program desa.
•• Mengoptimalkan peran lembaga desa dalam pelayanan publik.
••• Peningkatan kapasitas pengurus lembaga kemasyarakatan desa.
••• Penyediaan anggaran operasional untuk mendukung kegiatan lembaga desa.

• Mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang akuntabel, profesional, transparan, dan berbasis musyawarah dengan penerapan Desa Digital.
•• Digitalisasi pelayanan desa melalui Desa Digital.
••• Pengembangan sistem informasi desa dan layanan administrasi berbasis online.
••• Pelatihan digitalisasi administrasi bagi aparatur desa.
•• Meningkatkan efektivitas perencanaan dan pengelolaan keuangan desa.
••• Penyusunan APBDes yang berbasis musyawarah dan transparansi publik.
••• Optimalisasi anggaran operasional pemerintah desa.
••• Penyediaan penghasilan tetap (SILTAP) dan tunjangan bagi kepala desa dan perangkat desa.
••• Penyediaan tunjangan dan operasional Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
••• Penyediaan jaminan sosial seperti BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan bagi perangkat desa.
••• Anggaran rekruitmen perangkat desa jika diperlukan.
••• Sarana dan prasarana kantor desa.

• Meningkatkan dan pemerataan pembangunan infrastruktur desa berbasis kebutuhan masyarakat dan adaptasi perubahan iklim.
•• Peningkatan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur dasar desa.
••• Pembangunan jalan desa, jembatan, irigasi, dan talud.
••• Pengadaan penerangan jalan umum dan sistem pengelolaan sampah.
••• Pembangunan dan rehabilitasi kantor desa dan fasilitas umum.
•• Adaptasi perubahan iklim dan mitigasi bencana.
••• Penghijauan dan reforestasi untuk menjaga keseimbangan ekosistem.
••• Pembangunan tanggul dan embung desa guna mitigasi bencana banjir dan kekeringan.

• Meningkatkan layanan dasar kesehatan masyarakat, termasuk pencegahan dan penurunan stunting serta mendukung program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi warga kurang mampu.
•• Pencegahan dan penurunan stunting di desa.
••• Pemberian makanan tambahan dan penyuluhan gizi bagi ibu hamil dan balita.
••• Peningkatan layanan posyandu dan dukungan BPJS bagi warga kurang mampu.
•• Peningkatan sanitasi dan akses air bersih.
••• Pengadaan sarana air bersih dan MCK sehat.
••• Peningkatan sistem drainase desa.

• Meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha rakyat dan BUMDes berbasis potensi lokal.
•• Mengembangkan usaha masyarakat berbasis potensi lokal.
••• Peningkatan modal usaha dan pelatihan manajemen keuangan BUMDes.
••• Penyediaan akses pemasaran produk lokal melalui marketplace digital.
•• Mendorong diversifikasi ekonomi desa.
••• Pengembangan usaha kreatif berbasis masyarakat.
••• Pemberian bantuan sarana produksi untuk UMKM desa.

• Mengoptimalkan BLT Dana Desa untuk membantu masyarakat miskin ekstrem.
•• Peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin ekstrem.
••• Pendataan dan validasi penerima BLT Dana Desa secara berkala.
••• Penyaluran BLT secara transparan dan tepat sasaran.

• Menjamin kesiapan desa dalam keadaan mendesak.
•• Kesiapsiagaan terhadap bencana dan keadaan darurat.
••• Penyediaan anggaran darurat bencana alam dan kesehatan.
••• Penyediaan logistik dan perlengkapan tanggap darurat.

KARANG GAYAM MARKET

Tempat terbaik untuk belanja produk unggulan desa

Bibit Padi SAKERA Inpari 32

Bibit Padi SAKERA Inpari 32

Rp 140.000

Bibit Padi dengan kualitas terbaik

Beli Sekarang
Ikan Bandeng Asap Ibu Ratna

Ikan Bandeng Asap Ibu Ratna

Rp 54.000

Nikmati Kelezatan Bandeng Asap Bu Ratna, Olahan Tradisional dengan Cita Rasa Istimewa!

Beli Sekarang
Damdo Jagung Keriting Kriuk Asli Petani Lokal

Damdo Jagung Keriting Kriuk Asli Petani Lokal

Rp 5.000

Kriuknya beda, rasanya istimewa Dari petani lokal, cita rasa alami dan berkualitas.

Beli Sekarang
Sambal Terasi Pedas Asli Cabai Petani Lokal

Sambal Terasi Pedas Asli Cabai Petani Lokal

Rp 9.000

Sambal Terasi Pedas Asli! Dibuat dari cabai segar petani lokal & terasi premium, gurih dan nagih!

Beli Sekarang

Statistik Penduduk

2768 Jiwa

Jumlah Penduduk

1429 Jiwa

Jumlah Laki-laki

1339 Jiwa

Jumlah Perempuan